6 Dokter Kandungan Pelaku Mal Praktek Mengerikan Pada Pasiennya

Mungkin Anda sering kali merasa tidak terlalu nyaman ketika mengunjungi dokter spesialis kandungan pria. Namun perlahan rasa canggung tersebut sirna ketika dokter kandungan pria menunjukkan etika profesinya sebagai dokter dan melakukan tindakan sebagaimana memperlakukan pasien. Namun ada juga sebagian wanita yang merasa lebih nyaman untuk mengunjungi dokter dengan gender yang sama, terutama ketika harus berkonsultasi untuk hal yang sangat pribadi.

Memang tidak ada peraturan yang mengatur bahwa dokter kandungan harus perempuan, sehingga pasien sendiri yang harus berhati-hati dalam memilih dokter mereka. Kasus pelecehan seksual sangat rentan terjadi pada wanita dengan berbagai modus dan cara untuk menyamarkannya. Seperti yang dilakukan dokter kandungan abal-abal berikut ini, dilansir dari oddee.com, para dokter ini tersangkut kasus hukum karena melakukan pelecehan seksual ketika memberikan tindakan untuk pasiennya.

1.Paul Becton Jr


Pria berusia 68 tahun ini mendapatkan surat perintah penangkapan dari pihak berwajib di Arkansas lantaran mengambil foto-foto bagian pribadi pasiennya. Pasien mengklaim bahwa dirinya sama sekali tidak memberikan izin dokter tersebut untuk mengabadikan bagian tubuhnya ketika sedang melakukan pemeriksaan rutin. Menanggapi terjadinya laporan ini, kepolisian Arkansas memberikan surat perintah untuk menyita ponsel milik dokter tersebut pada tanggal 10 April lalu.

Yang sangat mencengangkan, berdasarkan penggeledahan dan penelusuran yang dilakukan oleh kepolisian, beberapa foto sudah dihapus dari ponselnya, namun ditemukan banyak sekali foto-foto wanita telanjang yang diduga adalah pasien dokter tersebut dan diambil selama pasien dalam pemeriksaan rutin. Jika terbukti bersalah dengan sengaja dan maksud tidak baik mengambil gambar pasien tanpa seizin pasien, Becton akan dijebloskan ke penjara dengan masa tahanan 30 tahun.

2.Dr. John Black

Pada bulan November 2013 lalu, wanita dari Ohio melaporkan dokter kandungannya Dr. John Black telah menyemprotkan bahan kimia yang biasanya digunakan untuk bahan pembersih ke dalam bagian pribadinya. Laura awalnya mengunjungi dokter tersebut untuk melakukan pemeriksaan rutin. Laura terkejut ketika melihat tanda pada botol yang baru saja digunakan John untuk menyemprot alat kelaminnya, terdapat tanda bahwa cairan tersebut sejenis dengan cairan cuka. Kemudian diikuti dengan sensasi nyeri dan terbakar yang sangat hebat pada bagian pribadinya tersebut.

Menyadari keadaan pasiennya, John mencoba merasakan cairan yang baru disemprotkannya. John juga merasakan ada sensasi terbakar pada lidahnya. Buru-buru John mengairi area yang terbakar dengan tiga botol larutan garam dan juga krim untuk mematikan rasa sakit. Kemudian John menyarankan agar Laura segera pergi ke instalasi gawat darurat dan setelah diperiksa kembali, dokter menemukan tutup botol plastik di dalam leher rahim Laura. Selain itu tingkat pH cairan yang disemprotkan John sudah pada tingkatan yang bisa merusak tubuh manusia. Karena kejadian ini, Laura dan suaminya mengajukan gugatan atas tindakan mal praktek yang dilakukan oleh John. Sedangkan keadaan Laura semakin memburuk karena mengalami pendarahan terus menerus dan tidak bisa lagi berhubungan intim dengan suaminya.

3.Dr.Robert Hadden

Pada tahun 2013 lalu, beberapa pasien dan salah satu staff klinik ginekologi di New York mengajukan gugatan pelecehan seksual kepada Dr. Robert Hadden. Hadden bekerja di New York-Presbyterian/Columbia Hospital dan dituduh dengan sengaja telah melakukan seks oral ada pasiennya ketika dalam proses pemeriksaan. Para pasien mengaku awalnya datang untuk berobat dan disambut oleh dokter beserta seorang perawat. Namun beberapa saat kemudian Hadden menyuruh asistennya untuk pergi.

Hadden selanjutnya menutupi pandangan pasien dengan tirai dan mulai melakukan aksi menyimpangnya. Merasa janggal dengan perlakuan dokter, akhirnya pasien mendesak pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap Hadden, ternyata pada tahun 2012 juga terdapat laporan yang sama tentang Hadden dan sebenarnya dokter tersebut sudah dipecat dari tempat dia bekerja sebelumnya sejak tahun 2012. Kasus ini mengalir ke meja hijau dan Hadden ditetapkan sebagai tersangka.

4.Dr.Bruce Sylvester

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter kandungan juga terjadi di Chicago. Dr. Bruce Sylvester Smith menerima surat penangkapan ketika beberapa pasien melaporkan bahwa Bruce mencoba untuk melakukan pemerkosaan ketika dirinya sedang melakukan pemeriksaan. Namun Bruce berkelit dengan mengatakan bahwa hubungan seks yang dilakukannya berdasarkan perasaan suka sama suka.

Bahkan wanita tersebut menurut Bruce adalah pihak yang merayunya untuk berhubungan seks. Kasus yang muncul pada tahun 2002 tersebut tidak bisa menahan Bruce hingga tahun 2010, hingga akhirnya seorang wanita mengaku diperkosa oleh Bruce ketika sedang melakukan pemeriksaan vagina dan segera setelah melapor wanita tersebut melakukan tes DNA sebagai bukti bahwa Bruce benar-benar melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya.

5.Dr.John Yacoub

Dari Baltimore dilaporkan kasus kejahatan yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan Dr. John Yacoub. Polisi mendapat laporan dari korban yang awalnya datang sebagai pasien untuk melakukan pemeriksaan daerah kewanitaannya. Pasien mengaku setelah berobat dari dokter tersebut mendapatkan resep dan setelah meminumnya merasakan keadaannya semakin memburuk.

Pada September 2013, polisi menggeledah apartemen Yacoub dan ditemukan bahwa dokter tersebut mencampurkan kokain dan obat-obatan terlarang sebagai penyembuhan untuk pasiennya. Bukan hanya itu, di ponsel Yacoub terdapat beberapa foto alat kelamin perempuan yang diambil ketika sedang melakukan pemeriksaan medis.

6.Dr.Paul Kelty

Di India, seorang dokter kandungan terpaksa harus mengakhiri karirnya di balik jeruji besi setelah pihak berwajib menangkapnya dengan tuduhan penyalahgunaan obat dan pemerkosaan pada pasiennya. Klinik praktek Kelty digrebek polisi pada bulan Februari 2013 lalu. Dan ditemukan bukti yang membuat Kely tak mampu berkelit. Dari klinik Kelty dirampas lebih dari satu juta obat berbahaya penghilang rasa sakit yang seharusnya tidak diberikan kepada wanita hamil.

Selain itu ketika melakukan praktek, Kelty juga menyentuh pasiennya dengan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan seksual. Ketika kasusnya sudah sampai ke meja hijau, Kelty harus menghadapi tujuh tuduhan kepemilikan zat terlarang, empat tuduhan penipuan pada sebuah perusahaan obat-obatan, empat tuduhan pencurian, dan lima tuduhan pelecehan seksual.

Sumber : vemale

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan dan sesuai dengan artikel di atas.

Terima Kasih