Dibebaskan Setelah 50 Tahun Terikat Dengan Rantai, Seekor Gajah Meneteskan Air Mata

Seekor gajah bernama Raju
Seperti halnya manusia, gajah ternyata juga dapat merasakan perasaan. Menurut penelitian, hewan ini juga memiliki emosi dan perasaan karena memiliki bagian otak yang disebut hippocampus yang sangat besar.

Hal ini juga dapat terlihat jelas dalam kisah nyata mengharukan yang dialami seekor gajah bernama Raju di India. Gajah malang ini ditangkap oleh seorang pecandu obat-obatan ketika masih kecil, kemudian dia diikat dengan rantai berduri dan diterlantarkan. Raju bahkan tidak diberi makanan olehnya. Untuk menghilangkan rasa laparnya, Raju telah terbiasa memakan sampah kertas dan plastik yang ada di sekitarnya. Selain itu, dia kadang juga mendapat makanan dari pejalan kaki yang melintas di dekatnya. Dan yang cukup mengiris hati, hal ini telah berlangsung selama 50 tahun.

Setelah lama sekali menderita, akhirnya Raju mendapatkan pertolongan dari sebuah organisasi pecinta hewan Rantai besar yang selama ini mengikat kakinya dilepaskan dengan susah payah. Setidaknya 45 menit dihabiskan oleh regu penolong untuk melepaskan rantai itu. Saat itulah kejadian mengharukan terjadi, air mata Raju mulai mengalir dari matanya. Raju merasakan harapan kebebasan untuk pertama kalinya. Karena itu, para penolongnya percaya dia menangis karena kebahagiaan yang dia rasakan.

Menurut salah satu penolongnya, Katrick Satyanarayan, pemilik Raju sempat menghalang-halangi penyelamatan tersebut.

"Kami tetap berdiri di sana dan menolak untuk pergi dan saat kami melakukannya, air mata mulai mengalir di wajah raju," ungkapnya seperti dilansir Ibtimes.com.

Setelah berhasil dibebaskan, gajah malang ini kemudian dipindahkan ke sebuah penangkaran di daerah Mathura, di mana di akhirnya dapat berjalan bebas untuk pertama kalinya setelah 50 tahun.

Sumber : vemale[dot]com

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan dan sesuai dengan artikel di atas.

Terima Kasih