10 Landasan Udara Paling Berbahaya Didunia


Berikut Daftar Bandara dengan landasan yang berbahaya :

10. Paro Airport, Bhutan


Dilihat dari atas, Paro Airport merupakan bandara kecil yang sangat indah dengan latar belakang pegunungan Himalaya. Tapi, dibalik keindahannya, bandara ini menyimpan sejuta bahaya. Pilot harus menghapal jumlah lembah dan bukit yang mengurung bandara. Belum lagi besarnya dorongan angin yang terperangkap diantara bukit, membuat pilot sulit melakukan manuver.

Tidak hanya itu, bandara tersebut juga sangat dekat dengan rumah penduduk. Jika pesawat terbang terlalu rendah, keselamatan warga di sekitar bandara bisa terancam. Dikabarkan, hanya terdapat 8 orang pilot yang berkompetensi mendaratkan pesawat di Paro Airport.

9. Sea Ice Runway, Antartika

Seperti namanya, jalur pendaratan di bandara ini seluruhnya terbuat dari es, tanpa adanya tanah atau struktur beton padat untuk menopangnya. Tentu saja melakukan pendaratan di bandara terpencil ini sangat berisiko, terutama di musim panas saat jalur pendaratan menipis karena matahari. Karenanya, pesawat yang bisa mendarat di bandara ini punya kriteria khusus, terutama soal berat pesawat. Dikhawatirkan jalur pendaratan akan pecah dan pesawat langsung tenggelam ke lautan dingin di bawahnya.

8. Matekane Air Strip, Lesotho

Yang menjadikan bandara ini begitu berbahaya adalah jalur pendaratannya yang pendek, 1.300 kaki atau kurang dari 400 meter. Tentunya jalur pendek tersebut tidak memberi banyak ruang gerak bagi pilot untuk lepas landas atau bahkan melakukan pendaratan.

Ketegangan tidak berhenti sampai disitu, saat mendarat, pilot harus bersiap menghadapi tebing setinggi 600 meter yang menghadang tepat di depan mata.

7. Barra International Airport, Skotlandia

Bandara internasional di pulau kecil di kawasan Outer Hebrides, Skotlandia ini dianggap salah satu yang paling menantang di Eropa. Bandara ini begitu dekat dengan pantai dengan jalur pendaratan yang sangat pendek. Salah perhitungan, pilot bisa jadi mendaratkan pesawat di laut.

Airport ini merupakan airport satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Bila anda ingin mengunjunginya, anda bisa memesan British airways yang melayani jalur ke Barra dari Glasgow atau Benbecula.

Airport ini dipenuhi air waktu pasang tiba dan bila anda datang pada sore menjelang malam hari, anda mungkin menemukan beberapa mobil diparkir dengan lampu yang menyala untuk membantu pilot.

6. Gibraltar Airport, Gibraltar

Gibraltar merupakan daerah yang termasuk wilayah Inggris meski berada di antara Maroko dan Spanyol. Keunikan bandara ini adalah, sebuah jalan raya yang ramai yaitu, Winston Churchill Avenue, yang memotong landasan pacu.


Sebagai sarana keamanan, bandara ini mempunyai palang/portal seperti palang kereta api, yang berfungsi menutup jalan dan melarang orang mendekat saat pesawat akan terbang atau mendarat. Hal ini adalah konsekuensi dari wilayah Gibraltar yang sangat kecil dan ramai.
5. Tioman Island Airport, Malaysia

Bandara ini dianggap sangat menantang sehingga pilot yang akan mendaratkan pesawatnya disana harus menerima pelatihan khusus. Pilot harus menguasai medan yang terdiri dari pegunungan dan mumpuni dalam mengendalikan pesawat untuk terbang lurus lalu berbelok 90 derajat untuk memasuki jalur pendaratan.Mirip seperti pelatihan pesawat tempur.

Maskapai yang melayani untuk ketempat ini hanya berjaya air, yang terbang dari bandara subang kuala lumpur dan bandara seletar di singapura.

4.Tenzing-Hillary Airport, Nepal

Gunung yang tinggi di satu sisi dan jurang ribuan meter di sisi yang lain. Airport ini terletak di ketinggian 2900 meter dari permukaan laut, jadi hampir tidak ada kekuatan yang cukup untuk tinggal landas.

Tenzing-Hillary Airport adalah airport kecil di kota Lukla di timur Nepal. Pada bulan Januari 2008, pemerintahan Nepal mengumumkan bahwa airport tersebut akan diganti namanya menjadi Airport Sir Edmund Hillary, orang pertama kalia yang berhasil mencapai puncak everest. Airport ini sendiri cukup populer karena banyak yang menggunakannya sebagai titik awal pendakian puncak Everest.


Bandara ini termasuk yang paling sibuk di Nepal, namun bukan berarti keluar-masuk bandara adalah perkara mudah. Jalur pendaratannya berupa turunan yang bisa membuat pilot berpengalaman menahan napas, belum lagi bandara tersebut masih termasuk bandara tradisional dengan teknologi seadanya.

Jika tantangannya belum cukup, cuaca bisa menjadikan pendaratan disana semakin ekstrim. Di malam hari, saat kabut tebal dari pegunungan Himalaya menyelimuti, bandara kekurangan lampu pemandu yang membuat pilot terkadang tergelincir saat mendaratkan pesawat.

3. Princess Juliana Airport, Kepulauan Karibia

Bandara Princess Juliana adalah bandara tersibuk kedua di Karibia Timur. Bandara ini dinamai Juliana dari Belanda, seorang putri mahkota yang mendarat di sini tahun 1944.
Bandara ini memiliki landasan yang sangat pendek, sekitar 2.180 meter yang membuatnya sangat terkenal. Karena pendeknya landasan ini, pesawat harus mendekati pulau dengan terbang sangat rendah.


Bandara ini terletak tepat di bibir pantai, bahkan tidak jauh dari lokasi wisata. Karenanya, pilot harus berhati-hati agar tidak terbang terlalu rendah dan malah mendarat di salah satu resort yang berbaris di dekat bandara

2. Juancho E. Yrausquin Airport Saba Island

Juancho E. Yrausquin Airport adalah satu-satunya airport pulau Saba di kepulauan Karibia. Aiport ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan.
Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.


Bahaya datang dari kondisi geografis dari airport itu sendiri, di satu sisi bukit yang tinggi dan dikedua ujung landasan terdapat jurang yang langsung menuju lautan. Sangat berbahaya bagi pesawat dengan kemungkinan tidak dapat mendarat karena menabrak jurang atau kurang tenaga untuk take off yang menyebabkan jatuh ke jurang juga.

1. Bandara Courchevel, Perancis

Terletak di lokasi ski pada pegunungan Perancis, bandara ini hanya memiliki panjang 1.722 kaki dan tingkat kemiringan 18,5%. Terlebih bandara ini tidak memiliki fasilitas pendukung, hal ini membuat pendaratan di keadaan berkabut tidaklah memungkinkan.


Di samping kondisi-kondisi yang ekstrim ini, serupa dengan bandara Tenzing-Hillary,ujung landasan pacu adalah jurang setinggi 2.000 kaki. Semua kondisi ekstrim inilah yang menyebabkan bandara ini masuk dalam 10 bandara dengan landasan pacu paling mengerikan.

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan dan sesuai dengan artikel di atas.

Terima Kasih